Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Maju, Bermutu, Berkarakter, dan Berdaya Saing dalam Kebersamaan Tahun 2025

Kemenperin RI Bekerjasma Dengan Untirta Selenggarakan Pelatihan Assesor Kompetensi Industri Kimia

Center of Excellence (CoE) Industri Petrokimia Fakultas Teknik (FT) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia menyelenggarakankan pelatihan Asessor Kompetensi Industri Kimia di lantai 2-4 Gedung CoE Industri Petrokimia kampus Untirta Cilegon.

Pada acara sambutan, Rektor Untirta yang diwakili oleh H. Kurnia Nugraha, ST., MT selaku Wakil Rektor Bidang Umum dan Kepegawaian Untirta menyampaikan mengapresiasi kegiatan workshop ini karena diselenggarakan hasil kerjasama dari dua lembaga yakni Kemenperin RI dengan Untirta, beliau mengungkapkan perasaannya yang sangat bangga atas berdirinya bangunan CoE ini karena menurutnya dapat meningkatkan kualitas lulusan FT Untirta. Beliau berharap kegiatan positif seperti ini dapat diselenggarakan kembali sehingga kegunaan dan fungsi gedung CoE ini dapat dioptimalkan.

Menurut keterangan dari Dr. Ing. Asep Ridwan, MT yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif CoE Kegiatan ini operasionalnya secara keseluruhan dibiayai oleh Kemenperin RI, dibuka secara resmi oleh Ir. Muhammad Khayam, MT selaku Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin RI dan akan berlangsung selama 5 hari, dimulai sejak tanggal 11 sampai dengan 15 September 2017, dengan instrukturnya didatangkan dari Badan Nasional Sertifikat Profesi (BNSP), adapun para peserta pelatihan terdiri dari akademisi, praktisi dan intansi pemerintah. Akademisi terdiri dari dosen-dosen yang ada di Fakultas Teknik Untirta, para praktisi terdiri dari industri seperti PT. Candra Asri, PT Nippon Shokubai Indonesia, PT. Polytama Propindo, sedangkan instansi terdiri dari para staf di Kemenperin RI.

Pada saat diwawancarai oleh Humas Untirta Ir. Muhammad Khayam, MT yang menjabat juga sebagai Direktur Industri Kimia Hulu Kemenperin RI menyampaikan Workshop ini selain merupakan agenda kerja dari kemenperin RI, juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia khususnya Banten, yang diutamakan SDM yang berkecimpung di bidang industri Kimia maupun Petrokimia. Beliau menerangkan output dari kegiatan ini adalah terciptanya para Asesor yang mempunyai tugas untuk menilai, menguji seseorang apakah layak mempunyai keahlian/kompetensi pada bidang tertentu khususnya bidang Industri kimia maupun petrokimia, beliau menerangkan Asesor merupakan salah satu faktor yang dapat mensukseskan proses seorang SDM industri kimia maupun petrokimia mendapatkan sertifikat dari BNSP maupun Lembaga Sertifikat Profesi (LSP) karena kementeriannya menargetkan SDM yang bekerja di Industri bersertifikat sesuai keahliannya masing-masing yang dapat menaikkan nilai persaingan tenaga kerja Indonesia di tingkat nasional maupun Internasional. Menurutnya sekarang ini dari 125 juta orang yang bekerja hanya 3 juta orang yang sudah mempunyai sertifikat keahlian, bila dibandingkan dengan negara maju, SDM Indonesia masih banyak tertinggal jauh, banyak yang perlu ditingkatkan dan peningkatan SDM Indonesia merupakan tangggung jawab pemerintah Indonesia. (Herdiansyah W - Humas)

Berita Terbaru Lainnya