Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Maju, Bermutu, Berkarakter, dan Berdaya Saing dalam Kebersamaan Tahun 2025

FGD (Focus Group Discussion) Penyusunan Program Pengembangan Kampus Untirta

Serang, (5/6/2018) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melaksanakan FGD ( Focus Group Discussion) Penyusunan Program Pengembangan Kampus Untirta dengan menghadirkan para nara sumber yaitu Kepala Dinas Bappeda Provinsi Banten Drs. Hudaya Latuconsina, MM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Engkos Kosasaih Samanhudi, M.Si, Kepala Dinas BPKAD Provinsi Banten Drs. Nandi Mulya, MM, Pada acara tersebut dipimpin oleh Rektor Untirta Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd, Para Wakil Rektor, Para Dekan Para Ketua Lembaga dan Pasca Sarjana.

Prof Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd dalam sambutannya menuturkan kaitan dengan pengembangan kampus Untirta dimana proses renstra perlu adanya masukan dari pemerintah daerah yaitu pemerintah Provinsi Banten, Untirta bersifat vertikal ada didaerah maka harus bersinergi dengan Pemerintah daerah dan Untirta masih mengacu pada renstra kemenristekdikti. Beliau memaparkan mengenai perkembangan Untirta dan tentang visi misi Untirta dan program kerja, menurut beliau harus membentuk gugus pengendali korupsi dan zona WBK ( Wilayah Bebas Korupsi). Beliau menjelaskan mengenai Kedokteran masih dalam proses lelang peralatan, harapan beliau semoga Fakultas Kedokteran Untirta dapat terwujud dalam waktu yang tidak lama. Kerjasama Untirta dan ITS ( Institut Teknologi Surabaya) akan membangun sistem informasi terintegrasi

Engkos Kosasih Samanhudi, M.Si dalam sambutannya menyampaikan keinginannya untuk sharing kebudayaan dengan Untirta, beliau menuturkan komitmen Untirta harus jadi perguruan Tinggi kebagaan Banten, dan Dinas Pendidikan akan mensupply calon-calon mahasiswa, data per bulan mei 2018 calon mahasiswa dari Banten SMA tidak kurang dari 40 ribu , SMK sebanyak 30 ribu setiap tahun jumlah sekolah 230, sekolah swasta 983. Menurut beliau sekarang sedang membutuhkan 1000 lebih guru olah raga, untuk itu pihaknya meminta kepada Dekan FKIP Untirta untuk membuka jurusan guru olah raga, dan beliau menceritakan tahun ini ada hibah untuk Untirta sebesar 9 milyar, program Untirta didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Banten agar bersinergi program Dindik Dan Untirta. Beliau akan mengembangkan program vokasi dengan 134 perusahaan di berbagai bidang, 1 perusahaan membina 1 sekolah.

Drs. Hudaya Latuconsina, MM menuturkan tentang Perguruan Tinggi sangat Penting dengan posisi banten yang strategis.belum banyak pihak investor untuk wilayah selatan tidak banyak riset yang berhubungan dengan potensi wilayah selatan. Luas persawahan banten meningkat 181.000 kenaikan 2000 HA, 70 persen lahan bukan milik petani tapi milik pengusaha, menurut beliau seberapa jauh peran Perguruan Tinggi untuk menghadirkan kebijakan operasional, tritment pembangunan tidak didasarkan pada hasil analisa. Problemnya peran SDM yang belum baik, pertumbuhan pendidikan banten paling tinggi secara nasional 2.1 persen, dan berapa penting peran riset untuk mengembangkan kebijakan. Beliau menuturkan harus cerdik dalam membuka program studi, jangan sampai ada Perguruan Tinggi menyumbang pengangguran.Sampai dimana sajian kurikulum dapat relevan terhadap kebutuhan perusaahan tersebut, program BUMR satu kecamatan 50 milyar perlu sentuhan perguruan Tinggi. Rasio perbandingan jalan dengan kebutuhan masyarakat bisa diambil peran oleh Perguruan Tinggi. Adaptasi prodi terhadap pertumbuhan dan kemajuan berbagai aspek sosial ekonomi dan lingkungan, menurut beliau diakhir sambutannya mengatakan riset harus memiliki tingkat literasi tinggi yang berhubungan dengan berbagai aspek.

Drs. Nandi Mulya, MM menceritakan pengalamanya beberapa kali memperjuangkan nama pahlawan dan penelitiannya tentang sketsa Sultan Ageng Tirtayasa, Beliau menceritakan pekerjaannya mengurus asset daerah baik benda yang bergerak dan yang tak bergerak seperti kendaraan mobil yang masih ada dan blum diketemukan keberadaannya tapi beliau sudah melaporkan kepada pihak berwajib , beliau juga mengelola barang milik daerah, dan beliau saat ini didinasnya masih kekurangan tenaga akutansi dan pengelolaan asset, diharapkan peran serta Untirta bisa bersinergi dengan Pemerintahan provinsi Banten. Pada akhir acara dilakukan sesi tanya jawab dan masukan baik dari pihak akademisi dan para narasumber hingga acara berakhir. ( Anas-Humas)

Berita Terbaru Lainnya