Prodi Ilmu Pemerintahan Fisip Untirta Gelar Sosialisasi PKM : Memilih Topik dan Tips Lolos Proposal PKM

Diposting pada

Program Studi Ilmu Pemerintahan Bersama dengan Laboratorium Ilmu Pemerintahan CEDD
FISIP UNTIRTA dan Himpunan Mahassiswa Ilmu Pemerintah berkolaborasi dalam
menyelenggarakan Sosialisai PKM atau PKM TALK 2024 ditingkat prodi untuk memberikan
pemebekalan sekaligus pemahaman mengenai mekanisme pelaksanaan PKM kepada seluruh
Mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Januari 2024
secara daring melalui platform ZOOM Meeting dengan mengusung tema “Memilih Topik dan Tips
Lolos Proposal PKM” telah terselenggara dengan lancar. Kegiatan ini di hadiri oleh Kepala
Program Studi Ilmu Pemerintahan Shanti Kartika Dewi, S.IP, M.Si, Dosen-dosen Program Studi
Ilmu Pemerintahan, para narasumber yang sangat berkompeten dan berpengalaman mengisi
kegiatan PKM TALK tersebut dengan narasumber pertama Tarso Rudiana, M.Si dan narasumber
kedua yaitu Yohan Baptista Adidharma Willie. Acara ini juga dipandu oleh moderator dari
Asistem Laboratorium Ilmu Pemerintahan CEDD FISIP UNTIRTA yaitu Akif Arya Mumtaz agar
dapat menjaga jalannya PKM TALK secara menarik dan terarah.
PKM TALK ini dilaksanakan pada pukul 09.30 WIB dan dihadiri oleh 170 peserta dari Mahasiswa
Programa Studi Ilmu Pemerintahan. Acara PKM TALK diawali dengan sambuatan Kepala
Program Studi Ilmu Pemerintahan Shanti Kartika Dewi, S.IP, M.Si., sekaligus membuka acara
PKM TALK. “Diharapkan adanya PKM ini dapat menambah dan mengejar prestasi mahasiswa
untuk mempertahankan predikat unggul Prodi Ilmu Pemerintahan, dan hari ini dapat menggali
banyak pengetahuan dan tips untuk dapat lolos proposal PKM” ucap Shanti Kartika Dewi
Pemaparan materi pertama disampaikan oleh Tarso Rudiana, M.Si., yang merupakan akademisi
UNMA Banten dan berpengalaman menjadi dosen pendamping PKM yang lolos pendanaan
Belmawa dengan materi yang disampaikannya yaitu, seputar Program Kreatifitas Mahasiswa
(PKM), dimana Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dianggap sangat relevan dengan Merdeka
Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Beliau menjelaskan bahwa PKM ini memiliki
kesinambungan dengan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), karena dapat
dikonversikan menjadi SKS dengan total kumulatif 6-10 SKS disesuaikan dengan sejauh mana
penilaian proposal pkm tersebut dan tentunya disesuaikan dengan peraturan dari universitas dan
juga program studi masing-masing peserta,”sebelumnya saya mengapresiasi dari tim panitia
prodi ilmu pemerintahan sudah mencuri start diawal sebelum pedoman dari pkm 2024 di

launching, untuk mengikuti pkm ini sangat dianjurkan untuk lintas bidang dan lintas angkatan
dan sedari sekarang sudah harus disiapkan yang berjumlah 3-5 orang, dari 8 kategori yang ada
Tarso mengungkapkan bahwa PKM jenis RSH (Riset Sosial Humaniora) mungkin jenis PKM
yang kompatibel dengan jurusan ilmu pemerintahan karena kegiatanya meliputi pengamatan
mendalam berbasis iptek, mengungkap informasi baru dibidang Sosial Humaniora dan Seni,
dalam penilaian PKM ini, tahap penilaian administrasi merupakan tahapan yang juga sangat
penting karna sebelum lanjut ke tahap selanjutnya proposal akan dinilai terlebih dahulu pada
bagian adminsitrasi, “Walaupun dianggap sepele tapi 80% proposal gagal di tahap ini
(administrasi)” ucap Tarso, beliau menjelaskan beberapa kesalahan yang banyak terjadi seperti
pada Judul, Nama pengusul yang disingkat, lalu penggunaan materai yang tidak sesuai, dsb.
Tarso juga menjelaskan betapa pentingnya RAB (Rencana Anggaran Biaya) itu dirancang
sedemikian rupa dan format penamaan file juga perlu diperhatikan karena itu juga menjadi salah
satu faktor penilaian, terakhir beliau menuturkan bahwa kunci utama dalam PKM adalah
Responsif, Kreatif, Inovatif, Solutif dan Administratif, serta menegaskan bahwa dalam
pembentukan proposal bercirikan 5 point utama yaitu : Bercirikan intelektual mahasiswa,
Memanfaatkan limbah menjadi barang bernilai, memiliki kearifan lokal, berbasis IT, serta harus
terkait dengan Kondisi terkini.
Pemaparan materi kedua disampaikan oleh Yohan Baptista Adidharma Willie, yang merupakan
Mahasiswa Jurusan Farmasi Universitas Indonesia yang berpengalaman mengikuti PKM sampai
lolos ditingkat PIMNAS dan meraih Juara Favorit dengan materi yang disampaikan pada saat
PKM TALK yaitu, seputar Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), dan Tips Lolos Proposal
PKM. Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) menjadi ajang perlombaan yang berbeda dari
ajang perlombaan lainnya megapa demikian. Pertama, karena hanya di PKM kita bersaing
dengan seluruh perguruan tinggi dan ribuan proposal hasil karya mahasiswa se-Indonesia, data
pada tahun 2023 menunjukan bahwa ada lebih dari 42.000 proposal tim yang diajukan dan hanya
ada 5.102 proposal dari 988 perguruan tinggi lolos pendanaan dan hanya 525 tim yang lolos
ditingkat PIMNAS. Kedua, akan adanya pendanaan unttuk para tim dengan proposal terbaik.
Ketiga, ajang perlombaan PKM ini berlangsung kurang lebih selama satu tahun untuk sampai ke
PIMNAS. Keempat, dengan mengikuti PKM para mahasiswa dapat mengonversi 6-10 SKS
setara MBKM. Kelima, dengan mengikuti PKM kita mendapatkan peluang LPDP, dapat
berkesempatan untuk bekerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan jika
proposal mahasiswa lolos sampai PIMNAS akan tercatat sebagai mahasiswa berprestasi oleh
Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS).

Dalam penulisan proposal PKM ada beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan untuk dapat
lolos pendanaan belmawa dan PIMNAS, dimulai dari pemilihan judul, judul pada proposal
mahsiswa harus disusun semenarik mungkin, selalu membaca dan mematuhi pedoman, selalu
update informasi, pahami pembobotan nilai, dan anggaran disusun sematang mungkin, jangan
kekurangan, jangan berlebihan, karena jika tidak sesuai dengan pedoman proposal akan
dinyatakan gugur. “Sebagus apapun isinya, jika tidak sesuai kriteria penulisan, gugur” ungkap
Yohan.
Terakhir, yang harus sangat diperhatikan dalam mengikuti PKM adalah memilih tim, karena
diperlukan kerjasama tim yang baik, maka kita perlu selektif dalam memilih anggota tim karena
aorang-orang yang berada dalam tim tersebut haruslah sama-sama memiliki komitmen dan
ambisi yang kuat mengingat ajang perlombaan PKM ini berlangsung cukup lama dan perlu
keseriusan antar anggota tim.