Bogor- Tim Pembinaan Pendampingan Ekonomi (PPE) UNTIRTA bersama kelompok UMKM Pandycraft Mekarsari, melakukan kunjungan ke PT Daisen Wood Frame di Bogor pada Jum’at 10 September 2021, diterima langsung oleh Direktur PT Daisen Wood Frame, Ervanus Ellyus didampingi para manager bertempat di ruang meeting lantai dua mendapatkan sambutan hangat.
Tujuan kunjungan Tim PPE dan kelompok UMKM Handycradt Mekarsari , Tanjung Jaya Panimbang Kabupaten Pandeglang, Banten ini untuk sharing ilmu dan strategi peningkatan daya saing produk UMKM terdampak tsunami Banten. Veronika Dian Faradisa mewakili Ketua PPE Untirta, mengungkapkan pihaknya sudah dua tahun mendampingi dan membina ekonomi kelompok UMKM yang terdampak bencana tsunami Banten, program kerjasama dengan BNPB. Setahun terakhir timnya melakukan pembinaan sampai pada kegiatan temu bisnis dan rakor dengan pemerintah daerah setempat, mitra bisnis untuk memperkenalkan dan mengangkat produk-produk yang kerajinan tangan dari kayu dan daun pandan agar bisa dikenal luas pangsa pasarnya. Setelah musibah tsunami kelompok umkm ini harus dihadapkan kembali dengan musibah pandemi, berdampak pada usaha pemasaran dan produksi kelompok umkm pandycraft.
Dengan harapan agar produksi tetap berjalan dan bertahan dalam situasi pandemi , Tim PPE Untirta mengajak serta kelompok UMKM untuk belajar proses pengemasan, pemasaran hingga produksi, ke daerah Bogor dimana PT Daisen Wood Frame merupakan perusahaan yang bergerak dalam produksi pengolahan kayu yang diekspor ke Jepang. Dengan jumlah produksi 800 buah perhari. Berbeda dengan banyak perusahaan ikut terseok dalam situasi seperti ini . Termasuk kelompok UMKM pandy craft Mekarsari, Tanjung Jaya setelah musibah tsunami sampai datang musibah pandemi salah satu factor menghambat pemasaran dan produksi, tutur Veronika. Selama ini kelompok pandycraft Mekarsari memasarkan usahanya melalui media sosial dan bekerjasama dengan intansi terkait namun belum sesuai harapan masih banyak menghadapi berbagai kendala.
Menanggapi pertanyaan tersebut Evanus sebagai pemimpin perusahaan menuturkan, diirnya merasa bersyukur perusahaannya bisa bertahan dan tetap berjalan ekspor hingga ke mancanegara dengan bermodalkan kepercayaan. Menjaga kualitas dan kepercayaan selama bertahun-tahun telah dijalankan, meskipun tantangan dalam menjaga standar dan kualitas bukanlah mudah. Jika ada kenaikan harga dimaterial berusaha balance. Perusahaannya sudah diakusisi selama 6 tahun sudah ada kontrak dengan Jepang. Untuk pengembangan ekspor dari awal akusisinya sudah ada kontrak dan kepercayaan. Menurutnya dari Jepang sudah menaruh kepercayaan dengan perusahaanya. Evan mensupport tim produk umkm Tanjung Jaya bisa besar, menurutnya ini sudah bagus hasil finishingnya bisa menjual , harus mengikuti standar pembeli. Semoga produk handycraft menjadi besar dan lebih dikenal . Diakhir kunjungan Tim PPE Untirta dan Kelompok UMKM diajak keliling pabrik Daisen untuk melihat proses pembuatan produk hingga finishing untuk pengiriman.
Nunung Sobandi ketua kelompok Pandycraft Mekarsari didampingi sang mentor , Dani merasa beruntung mendapatkan kesempatan belajar dan wawasan dari PT Daisen Wood Frame . Kelompoknya sangat bersemangat semoga ke depan mampu menjadi besar dan bisa ekspor hingga ke mancanegara.(vdf)