Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Maju, Bermutu, Berkarakter, dan Berdaya Saing dalam Kebersamaan Tahun 2025

Workshop Hasil Penyusunan Data dan Informasi Tentang Manfaat Dana Desa di Provinsi Banten

Badan Penelitian Dan Pengembangan, Pendidikan Dan Pelatihan, Dan Informasi (Balilatfo)Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendesa PDTTRI) berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) selenggarakan workshop Hasil Penyusunan Data dan Informasi Tentang Manfaat Dana Desa Di Provinsi Banten. (05/12/18)

Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Ratu Horison Group kota Serang, secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd selaku Rektor Untirta, dihadiri oleh para peneliti dan akademisi Untirta, reviewer Kemendesa PDTTRI, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Banten dan Kabupaten Serang, Kepada Desa dan Pendamping Desa yang ada di provinsi Banten.

Pada saat pemaparan materi Dr. H. Fauzi Sanusi, MM selaku Ketua Tim Peneliti menyampaikan tujuan penyusunan data dan informasi / penelitian ini adalah untuk menganalisis data dan informasi dinamika perkembangan status desa berdasarkan indeks desa membangun (IDM) di Banten, menganalisis data dan informasi pemanfaatan dana desa terkait dengan status perkembangan desa, peningkatan kesejahteraan dan lembaga ekonomi desa, sertamenganalisis data inovasi desa dalam meningkatkan dana desa. Beliau menerangkan manfaat dari penelitian ini adalah tersedianya data dan informasi dinamika perkembangan status desa berdasarkan dimensi indeks desa membangun desa, tersedianya data dan informasi pemanfaatan dana Desa, tersedianya data inovasi Desa.

Adapun lebih detilnya Dr. Roni Kambara, ST., MM selaku salah satu Peneliti menerangkan penelitian tentang manfaat dana desa ini melibatkan responden dan informan sebagai sumber data penelitian yang diataranya kepala desa, perangkat desa, pendamping desa, DPMD, pengelola lembaga ekonomi desa dan tokoh masyarakat, hasil penelitian menunjukan penggunaan dana desa di Banten secara umum akuntabelitasnya sudah dapat dikatakan baik, pemanfaatan dana desa untuk pengembangan ekonomi, kesejahteraan masyarakt sudah berjalan dengan baik, yang dapat dilihat dari pembangunan fisik seperti pembuatan jalan, mandi cuci kakus (MCK), pipanisasi, pengairan, pembangunan non fisik berupa pelatihan untuk pemberdayaan ekonomi dan sosialisasi untuk kesehatan balita, namun untuk pembuatan lembaga ekonomi desa masih dalam bentuk perencanaan, beberapa desa masih dalam bentuk perencanaan, sebagian lagi belum membentuk lembaga ekonomi karena salah satu faktornya keterbatasa sumber daya manusia, kontribusi dana desa terhadap perubahan status desa cukup berpengaruh meningkat, yang dapat dilihat dari kenaikan dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan, namun kenaikan tersebut belum dapat merubah status desa secara signifikan. Berikut hasil penelitian pengaruh dana desa terhadap perubahan status desa, sebanyak 348 atau 28,1 % desa di Banten mengalami peningkatan status di tahun 2018 dibandingkan dengan tahun 2015, sebanyak 678 desa atau 54,8% di Banten tidak mengalami perubahan di tahun 2018 dan sebanyak 211 desa atau 17,1% di Banten mengalami penurunan status di tahun 2018.

Berita Terbaru Lainnya