Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Maju, Bermutu, Berkarakter, dan Berdaya Saing dalam Kebersamaan Tahun 2025

Himatika FKIP Untirta selenggarakan seminar nasional wilayah III Ikahimatika

Serang, (9/2/2018) Himpunan mahasiswa Matematika (Himatika) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menyelenggarakan seminar nasional dalam kegiatan musyawarah tahunan wilayah III Ikahimatika dengan tema Aktualisasi Fungsi dan peran kepengurusan serta kekeluargaan Ikahimatika Indonesia Wilayah III, dilaksanakan digedung B Auditorium, dengan narasumber dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Banten Dr. H. Engkos Kosasih Samanhudi, M.Pd, Pemateri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Dr. Johan Matheus Tuwankotta, M.Si, Pada acara tersebut turut hadir Dekan FKIP Dr. Aceng Hasani, Drs., M.Pd, Para Wakil Dekan, Kajur Matematika Dr. Heni Pujiastuti, M.Pd, para dosen, mahasiswa Himatika Untirta, Himatika Jawa Barat, Unpad, Unpas, UIN, IPB, ITB, STKIP Surya, Unpak, IPI Garut, Uninus, Wilayah Banten Unma, UMT, untuk wilayah Jakarta Uhamka, UMJ, Ui, Unindra, UIN, Unsilka, Himatika Kalimantan Barat Untan FMPA, Untan FKIP memenuhi ruangan. Dekan FKIP dalam sambutannya menerangkan jumlah mahasiswa FKIP sebanyak 4754 dengan jumlah prodi 19 termasuk D3 Keperawatan Untirta yang blum lama bergabung ke FKIP, jumlah PNS yang ada di FKIP 161 ditambah pegawai yang non PNS 261 dan yang bergelar doktor sebanyak 50, beliau berharap sumber daya yang ada ini tentu saja kita dapat menyumbangkan pikiran, ide, kerjasama yang baik dengan dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Banten, dan beliau berharap kepada mahasiswa ikut terlibat dalam membantu pemerintah, pada kesempatan itu Dekan juga menceritakan tentang Untirta punya gedung lebih dari 2 lantai berasal dari bantuan pemerintah Provinsi Banten, jadi Untirta dan pemerintahan provinsi banten itu bagian yang tak terpisahkan. Dekan FKIP mengucapkan terimakasih kepada prodi matematika yang sudah berakreditasi A atas dedikasi dan semangatnya hingga tercapai, dan kepada prodi PLS (pendidikan luar biasa) dan prodi bahasa Indonesia juga yang sudah berakreditasi A juga, inilah kado buat bapak Rektor Untirta saya memberikan kado diakhir tahun sesuai dengan target bapak Rektor, dan diakhir sambutannya Dekan FKIP mengatakan semoga kegiatan kita yang bersemangat ini termasuk seminar nasional yang diselenggarakan ini membawa perubahan kepada Untirta dan membawa perubahan kepada banten. Selanjutnya Dekan FKIP secara resmi membuka acara dengan memukul goong.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Dr. H. Engkos Kosasih Samanhudi, M.Pd dalam sambutannya mejelaskan tentang amanat UU No 23 tahun 2014 diantaranya pemindahan kewenangan, penyelenggaraan, pendidikan menengah dari pemerintah kabupaten/ kota kepada pemerintah provinsi, beliau menjelaskan pemerintah daerah berperan membuat kebijakan dan program berkaitan dengan upaya mengatasi kesulitan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan pendidikan secara memadai dari segi kemudahan jangkauan ke sekolah, peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana prasarana pendidikan, pemerintah Banten memprioritaskan pembangunan pendidikan yaitu memberikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bisa bersekolah, dengan cara meningkatkan dan menambah gedung ruang kelas baru. Program proritas pembangunan pendidikan dan kebudayaan di banten yaitu unit sekolah baru, pembangunan ruang kelas baru, rehabilitasi gedung sekolah, peningkatan kesejahteraan guru, peningkatan kompetensi guru, beasiswa, penguatan program vokasi, lomba-lomba/ olimpiade, pemajuan kebudayaan.

Selanjutnya pemateri Dr. Johan Matheus Tuwankotta, M.Si mempersentasikan mengenai fakta di awal abad 21 yaitu hampir semua industry di dunia tengah bertarung menghadapi lawan-lawan baru yang masuk dengan membawa metode pola hidup, pradigma, yang sama sekali berbeda, 2 milyar jenis pekerjaan akan hilang pada tahun 2030 dan bulan September 2017 bank BTPN menawarkan pensiun dini secara sukarela karena ingin migrasi menjadi bank digital. Beliau menjelaskan apa yang perlu kita lakukan dengan kemampuan kita apa setelah lulus kuliah, kata kunci abad ini memperoleh informasi dengan cepat dan sumbernya dari para pakar diseluruh dunia, dan sekilas tentang matematika pada jaman ini dimulai dengan kelahiran computer di abad 20,dengan metode kalkulasi sebagai kunci tes dari nilai keilmuwan. Pada jaman dahulu hanya teori dan percobaan ilmiah, teori ditambah percobaan ilmiah, pada hari ini telah meningkat menjadi teori ditambah percobaan ilmiah ditambah perhitungan, akan tetapi pada jaman sekarang lebih bertingkat menjadi teori percobaan ilmiah ditambah system perhitungan. Pada akhir acara dilakukan sesi tanya jawab hingga acara berakhir. ( Anas-Humas)

Berita Terbaru Lainnya