Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Maju, Bermutu, Berkarakter, dan Berdaya Saing dalam Kebersamaan Tahun 2025

Kominfo RI dan BNN RI selenggarakan Forum Diskusi Publik Tentang Bahaya Narkoba

Serang, (22/11/2017) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan Forum Diskusi Publik dengan tema Gaul, Keren dan Berprestasi Jauhi Narkoba yang dilaksanakan di Hotel Ratu Bidakara, pada acara tersebut dihadiri oleh Rektor Untirta Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd, Direktur Pengelolaan Media Publik RI Drs. Sunaryo, M.M, Pakar Kehumasan Pemerintah Dr. Ismail Cawidu, M.Si, Kabag Humas BNN RI Drs. Sulistyandriatmoko, M.Si, Perwakilan BNN Provinsi Banten, Kasubag Humas Untirta Fitri Damyati, ST., MM, para mahasiswa/i Untirta.

Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd dalam sambutannya sekaligus membuka acara mengatakan tentu saya menyambut baik kegiatan ini karena menyangkut dengan bagaimana permasalahan kedepan bangsa Indonesia ini, beliau mengatakan kepada para mahasiswa/i bahwa anda salah satu seorang dari sekian komunitas yang harus berada didepan dalam rangka pencegahan narkoba ini, karena itu sebagai komitmen kami mahasiswa Untirta wajib ketika masuk itu ada keterangan bebas narkoba, selain itu juga wajib menandatangani pernyataan diatas meterai baik yang diketahui orang tua untuk tidak sebagai pengguna dan penyalur, apabila ketahuan menggunakan narkoba untuk mengundurkan diri atau diberhentikan, ini komitmen mendukung program pemerintah BNN dan lainnya, bahwa salah satu musuh bangsa adalah narkoba, sulit diharapkan menjadi pemimpin bangsa kedepan kalau diantara generasi sudah menjadi pengguna dari narkoba itu, karena itu ketika saudara-saudara para generasi muda ingin menjadi pemimpin masa depan jauhilah narkoba, isilah dengan kegiatan-kegiatan positif jangan ada kesempatan untuk berfikir dengan hal-hal yang negatif, mudah-mudahan para mahasiswa menjadi agen-agen dimasyarakat dalam upaya bersama-sama pemerintah untuk melakukan pencegahan dan stop narkoba, jadilah generasi yang jauh dari narkoba, pada akhir sambutan beliau sekaligus membuka acara.

Drs. Sunaryo, M.M Selaku Direktur Pengelolaan Media Publik menyampaikan bahwa narkoba terbukti telah merusak generasi penerus bangsa, dinegara manapun narkoba sasarannya utamanya para generasi muda, narkoba tidak hanya merusak karakter manusia, merusak fisik dan mental, lebih dari itu narkoba dalam jangka panjang berpotensimengganggu daya saing dan kemajuan bangsa. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya materi saja tetapi juga jiwa sebagaimana diketahui setiap hari di Indonesia kurang lebih 50 orang setiap harinya mati sia sia oleh karena narkoba, dengan daya rusak yang sedemikian itu seharusnya dikategorikan atau digolongkan suatu kejahatan yang luar biasa, apalagi kejahatan narkoba lintas sektoral, lintas negara yang terorganisir sehingga menjadi ancaman nyata yang membutuhkan penanganan yang serius dan mendesak, tidak ada pilihan lain bagi kita untuk menyatakan perang dengan narkoba.Perang terhadap pengedaran narkoba dibutuhkan kerjasama yang baik disemua pihak untuk membantu melawan kejahatan narkoba dan kita harus sama-sama menata langkah kita langkah pencenggahan penyalahgunaan narkoba secara bijak dari pusat sampai daerah, kami dari Kementerian Kominfo dalam hal ini Direktorat jenderal informasi dan komunikasi publik sebagai garda terdepan terkait informasi dan telekomunikasi akan suport tenaga menyebarkan konten-konten yang positif melalui penataan informasi yang dimiliki, tujuannya adalah menyatakan mengajak seluruh komponen bangsa terutama generasi muda untuk perang terhadap narkoba, Kominfo berpesan kepada adik-adik mahasiswa dengan era digital t sekarang ini jangan mudah percaya begitu saja kepada informasi-informasi yang tidak jelas kebenarannya.

Selanjutnya narasumber Dr. Ismail Cawidu, M. Si dalam persentasinya menjelaskan bahwa nomer Hand Phone yang aktif di Indonesia sampe sekarang 320 juta lebih besar dari jumlah penduduk tetapi dari 320 juta itu yang terhubung ke internet baru 120 juta, masih ada yang menggunakan HP jadul, di turki sudah memakai HP generasi ke 5, di Amerika dibahas HP generasi 10, dari 120 juta menggunakan internet di Indonesia kurang lebih 154 persen anak-anak muda , Hp barang yang disayangi manusia saat inibangun tidur mau tidur dan sebagainya ingat HP, untuk itu harus bisa memanfaatkan kegunaan yang positif, apalagi dalam hal memberikan informasi mengenai bahaya narkoba kepada teman, keluarga dan yang lainnya untuk edukasi pencerahan yang berguna, jangan sampai salah menggunakan untuk hal-hal mengundang kebencian, pencemaran nama baik gambar-gambar yang berbau sara atau porno dan sebagainya, apalagi sekarang ada UU IT yang diharapkan para pengguna media sosial lebih berhati-hati dalam menyampaikan dan menerima informasi harus lebih bijak mensikapinya.

Drs. Sulistyandriatmoko, M.Si selaku kabag Humas BNN RI menjelaskan bahwa Indonesia saat ini darurat narkoba, dengan banyaknya korban kematian akibat narkoba, dengan banyaknya pengedar dan pemakai narkoba lewat beberapa cara penyalurannya untuk merusak generasi penerus bangsa, upaya BNN dan Pemerintah serta semua pihak terus memerangi dan memberantas narkoba saat sekarang, banyak capaian BNN dan semua jajaran yang bekerjasama telah berhasil membongkar pabrik obat-obatan salah satunya dicikande, dan masih banyak BNN dan semua pihak yang membantu hingga memperkecil jaringan peredaran narkoba, baik itu lewat udara, laut, darat peredaran narkoba di Indonesia cukup luar biasa, hingga akhirnya pemerintah Indonesia memberi hukuman mati buat para pengedar baik jaringan nasional dan Internasional, beliau menjelaskan kepada para mahasiswa ciri-ciri pengguna narkoba atau yang kecanduan dan bagaimana cara pencegahannya agar para mahasiswa tidak terbawa pengaruh dan terjerumus untuk mencoba-coba narkoba, dari tahun ketahun banyak model nama narkoba baru yang dikemas dan dipasarkan hingga masuk pada daerah pedesaan, tidak sedikit pesohor negeri baik pejabat artis dan lainnya yang terjerumus hingga kecanduan narkoba, beliau berharap dengan kegiatan ini dapat memberikan pencerahan dan dapat diinformasikan kepada teman, saudara dan keluarga tentang bahaya narkoba ayo kita perangi dan jauhi narkoba. Pada akhir acara dilakukan sesi tanya jawab dan diskusi dengan narasumber dan para mahasiswa. ( Anas- Humas)

Berita Terbaru Lainnya