Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Maju, Bermutu, Berkarakter, dan Berdaya Saing dalam Kebersamaan Tahun 2025

Seminar Kebangkitan Nasional

Serang, (19/5/2017) Bidang Kemahasiswaan melaksanakan kegiatan Seminar Kebangkitan Nasional dengan mengusung tema Khilafah Nasionalisme dan Kebangsaan dengan narasumber Dr. H. Marsudi Syuhud (Ketua PBNU), Dr. H. M. Toha Sobirin (Wakil Ketua PWNU Banten), Dir Intel Polda Banten Wirdo Nefisko, M.Si. Pada acara tersebut turut hadir Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd, Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Dr. H. Suherna., M.Si, para Dekan dan Wakil Dekan, Sekretaris LPPM, Kepala Perpustakaan, para Dosen dan mahasiswa memenuhi gedung B Auditorium Untirta.

Sambutan Ketua Pelaksana Dr. H. Suherna, M.Si melaporkan dengan kegiatan seminar kebangkitan nasional ini bentuk dari manifestasi kepedulian Untirta terhadap isu-isu yang sekarang ini banyak diperbincangkan ditengah-tengah masyarakat, sehingga menyebabkan pemerintah menjadi gundah gulana dan seakan terancam dengan isu-isu tersebut. Banyaknya organisasi yang menyimpang dari ajaran pancasila dan UUD 1945 hingga terjadi keberagaman itu terjadi. Tentunya seminar ini untuk memberi motifasi dan pemahaman dan wawasan serta arahan.

Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat, M.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa Kebangkitan Nasional dimaknai dengan menghidupkan kembali semangat nasionalisme. Makna kebangkitan nasional sendiri sebenarnya lebih pada perekatan persatuan dan kesatuan diantara masyarakat indonesia. Fenomena saat ini menunjukan memudarnya semangat kebangkitan nasional terutama dikalangan generasi muda. Indonesia tidak akan bisa bangkit dari keterpurukan jika generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa sudah kehilangan jati diri bangsanya. Beliau mengatakan diperlukan rasa kebangsaan yang tinggi agar Bhineka Tunggal Ika, Pluralitas, keragaman tidak hanya sekedar semboyan belaka, tetapi benar-benar menjiwai perilaku seluruh rakyat Indonesia. Diakhir sambutan Rektor Untirta sekaligus membuka acara.

Selanjutnya Narasumber Dr. H. Marsudi Syuhud menerangkan mengenai menjaga persatuan untuk memperkokoh integritas bangsa, menjelaskan negara pancasila menurut NU, menjelaskan pancasila dalam perspektif NU. Selanjutnya narasumber Dr. H. Toha Sobirin menjelaskan mengenai Khilafah, Nasionalisme, faham beda dan beda faham, menjelaskan revitalisasi/reaktualisasi nasionalisme atau membangun kesadaran berbangsa dan bernegara. Pada akhir acara dilakukan tanya jawab antara narasumber dan para peserta seminar. (Anas-Humas).

Berita Terbaru Lainnya